Senin, 20 Februari 2017

Toleransi Kita Diuji

Kita sebagai bangsa yang sangat plural, memiliki banyak budaya, etnis, dan agama nampaknya kini sedang diguncang oleh kepentingan dan ego dari beberapa kelompok orang yang merasa superior di bumi nusantara ini. Isu-isu lama kembali diangkat, provokasi ada disana sini, bahkan ada usaha yang dilakukan oleh sejumlah orang untuk menggiring opini dengan mendiskreditkan media-media yang kredibel hanya untuk mencapai tujuan dan ambisi dari orang-orang yang mengincar kursi kekuasaan di negri ini. Mereka tidak sadar bahwa apa yang mereka lakukan ini akan berdampak sangat panjang bagi kehidupan kita dan anak-anak cucu kita nantinya. Perlu kita sadari, negara ini baru berumur jagung, tentunya kita masih harus banyak belajar, untuk membangun negara kita tercinta ini, dan tentunya kita tau itu tidaklah mudah, tapi satu hal yang harus kita ingat, kita harus bersatu dalam menghadapi ini bersama, perlu diingat pula kita sudah merdeka dan kemerdekaan itu dibayar dengan nyawa para leluhur kita, para pahlawan yang dengan gagah berani mempersatukan dan melawan para penjajah. Janganlah kita malah merusak persatuan itu dan membuka celah bagi bangsa lain untuk kembali menjajah kita.

Kini mari kita tengok toleransi beragama kita. Saya melihat ada gejolak yang besar akhir akhir ini, dikala beberapa kelompok ormas memanas dan merasa mereka disudutkan dan merasa agamanya dihinakan, dan disisi lain justru merekalah yang menyudutkan dan memperkeruh suasana. Di sini saya seolah melihat ada orang orang yang sepertinya ingin menguji toleransi kita dalam beragama. Coba kita tengok ke berita berikut ditolak ormas islam perayaan cap go meh semarang dipindah

Coba tengok gambar gambar di bawah :

Lalu coba bandingkan dengan ini :

Saya jadi terheran dan mulai bertanya disini, apakah toleransi itu hanya untuk minoritas/ kelompok inferior? Dimana segala apapun yang dilakukan oleh mayoritas/kelompok superior harus dimaklumi dan ditoleransi? Kini coba kita tengok apa itu arti toleransi, diambil dari KBBI toleransi adalah sifat atau sikap toleran. Kini kita cari tau apa sih toleran itu? Diambil dari KBBI toleran adalah bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri. Disini kita lihat ternyata toleransi itu sifat atau sikap menghargai, membiarkan, membolehkan pendirian yang berbeda dari diri sendiri.

Hal ini menjadi perlu disadari karena terkadang kita tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi. Ya ormas itu telah berlaku intoleran, disaat kaum minoritas berusaha untuk menjaga dan mengusahakan toleransi terus terjalin namun ternyata sekelompok orang tidak berpikir demikian. Contoh kasus di atas seolah ingin menunjukkan kalau sikap toleransi dari kelompok tertentu sedang diuji, dan ternyata ada yang tidak lulus ujian tersebut. Perlu dipahami toleransi itu tidak terjadi dengan sendirinya, hal ini memerlukan perjuangan yang keras untuk tidak menonjolkan ego pribadi, dengan mendahulukan kepentingan bersama.

Lalu kenapa toleransi itu penting? Toleransi ini penting untuk menjaga kerukunan bersama, tentunya tanpa toleransi yang terjadi adalah kerusuhan, sikap benci, dan perselisihan. Ya kerusuhan, sikap benci, dan perselisihan adalah indikator utama dari keberadaan sikap intoleran, untuk itu kita perlu mengusahakan sikap toleransi ini agar tumbuh di dalam diri kita. Skenario terburuk dari sikap intoleran adalah perang dan rantai kebencian yang tiada akhirnya dan jalan satu-satunya untuk memutus rantai kebencian tersebut hanyalah sikap saling memaafkan yang diwujudkan dengan sikap toleransi.

Perang seperti saya sebutkan di atas tidaklah seperti di film-film hollywood yang terlihat seru dan menegangkan! Sama sekali TIDAK!! Perang yang sebenarnya itu penuh tragedi dan penderitaan. Jika kamu tertusuk jarum saja sudah teriak dan menangis, kamu bisa bayangkan kalau perang itu rasanya seperti terus menelan jarum dan yang lebih parah bukan hanya kamu saja yang akan menderita, keluarga, teman, dan orang-orang yang kamu cintai juga akan merasakannya! Jika kamu berkata itu adalah Jihat dan kalaupun mati pasti masuk surga, maka saya ingatkan, apakah yang memberitahumu sudah pernah ke surga? adakah jaminannya kalau kamu bukannya malah masuk neraka? Bukankah itu terlalu beresiko dan terlalu sombong untuk berani berkata pasti masuk surga? Kalau itu saya, saya lebih memilih untuk terus berbuat baik bagi sesama dari pada harus berperang, karena kalaupun nantinya saya mati karena perbuatan baik tersebut saya akan senang karena ada orang lain yang bisa bahagia karena saya.

Jadilah orang bijak dalam berpikir dan bertindak. Ingatlah setan dan iblis bukan datang dari bawah, mereka dulunya adalah malaikat yang datang jatuh dari surga! Mulailah belajar membedakan iblis dan malaikat jangan mau diperdaya.

Salam Toleransi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar